GIGI SUSU ANAK HINGGA USIA BERAPA ?

Gigi susu atau gigi sulung atau lebih dikenal sebagai ‘gigi anak-anak’, keberadaannya sering dianggap sepele dengan asumsi kalau ada apa-apa, toh masih ada penggantinya. Bahkan tidak jarang orangtua memiliki persepsi yang keliru, datang ke dokter gigi meminta gigi anaknya untuk segera dicabut karena kondisinya yang berantakan atau karies di banyak permukaan gigi.

gigi1
sumber foto : http://1.bp.blogspot.com/-tq69c6NQzoc/Vgal6b398tI/AAAAAAAAKb4/M5EK8gvgyoQ/s1600/mengapa%2Bgigi%2Bsusu%2Bmudah%2Bcopot.jpg

Memang benar, gigi susu kelak pada saatnya akan diganti dengan gigi tetap. Akan tetapi, ini bukan berarti begitu ada kerusakan lalu satu-satunya alternatif harus dicabut. Gigi susu juga memiliki ‘jatah waktu’ tertentu untuk tanggal sehingga keberadaannya harus dipertahankan sampai tiba saatnya untuk tanggal.

Meskipun kerusakannya sudah parah, dokter gigi masih akan berusaha mempertahankan. Bahkan, jika memungkinkan, akan dilakukan perawatan seperti aplikasi fluor ataupun penambalan. Bila dokter gigi tidak mengabulkan permintaan orang tua untuk mencabut gigi anaknya meskipun kondisinya dianggap sudah sedemikian parah, itu karena memang ada pertimbangan tertentu sehingga belum diindikasikan untuk dicabut.

FUNGSI ISTIMEWA GIGI SUSU

Gigi susu memiliki fungsi istimewa yang tidak dimiliki gigi tetap. Sama halnya dengan gigi tetap, gigi susu secara umum berfungsi untuk membantu proses pencernaan, pengucapan, dan estetika. Di samping itu, fungsi istimewa yang tidak dimiliki oleh gigi tetap adalah sebagai petunjuk gigi tetap agar kelak tumbuh (erupsi) pada tempatnya dan menjaga pertumbuhan lengkung rahang.

Bila gigi susu tanggal sebelum waktunya, baik karena karies ataupun dicabut, gigi tetap yang akan tumbuh tidak memiliki petunjuk sehingga sering salah arah dan rahang yang ditinggal gigi susu jauh sebelum saatnya. Ini akan mengalami penyempitan sehingga tidak cukup untuk menampung semua gigi dalam susunan yang teratur. Akibatnya, susunan gigi-geligi menjadi crowded (tidak beraturan).

gigi2
sumber foto : https://doktergigionline.files.wordpress.com/2010/07/ei_0043.gif

PERIODE PERTUMBUHAN GIGI ANAK

Orang tua yang mengetahui periode pertumbuhan gigi-geligi – baik gigi susu maupun gigi tetap – akan sangat membantu. Bukan hanya dalam segi perawatan dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut, tetapi juga mencegah agar anak-anak tidak melakukan kebiasaan buruk, misalnya mengisap jempol yang bisa mengakibatkan gigi depan maju (tonggos), menggigit pensil atau benda lain yang bisa mengikis email atau timbulnya celah gigi (distema).

Gigi susu yang tumbuh pertama kali adalah gigi seri tengah rahang bawah. Biasanya tumbuh saat bayi berumur sekitar enam bulan. Hal ini sering ditandai dengan gejala bayi sering rewel, bahkan badannya disertai panas. Gusinya terasa gatal sehingga ingin menggigit setiap benda yang dipegang. Untuk mengatasinya, bayi tersebut dapat diberi mainan yang lunak dan dijauhkan dari benda-benda yang membahayakan keselamatannya.

Gigi susu diharapkan telah tumbuh lengkap saat anak berumur dua tahun. Kadang-kadang, ada bayi yang usianya belum genap enam bulan giginya telah mulai tumbuh, sedangkan yang lain sudah menginjak satu tahun giginya belum tumbuh sama sekali. Kondisi ini tidak perlu dirisaukan karena ada pengaruh beberapa faktor, seperti nutrisi, hormonal, ataupun keturunan.

Gigi susu jika tumbuh lengkap berjumlah dua puluh gigi yang terdiri dari gigi seri, taring, dan geraham. Gigi geraham pada gigi susu hanya satu macam, sedangkan pada gigi tetap terdapat dua macam sehingga dibedakan menjadi ‘gigi geraham besar’ (GGB) dan ‘gigi geraham kecil’ (GGK).

Gigi tetap jika tumbuh semua (termasuk gigi bungsu/geraham ketiga/terakhir) berjumlah 32 gigi. Jumlah yang lebih besar ini disebabkan pada gigi tetap dijumpai GGK dan gigi geraham besar ketiga (gigi bungsu). Ketika gigi susu tanggal, biasanya bersamaan dengan saat gigi tetap tumbuh, tetapi ada pengecualian pada GGB.

gigi3
sumber foto : http://1.bp.blogspot.com/-qEalWCJCl3Y/VLKYAZkZRyI/AAAAAAAAZI8/lBLEpalAkEI/s1600/gigi-permanen.jpg

Patut difahami bahwa GGB pertama mulai tumbuh pada usia enam sampai tujuh tahun. GGB ini bukan gigi pengganti. Artinya, gigi ini langsung muncul pada deretan di belakang gigi-gigi susu, baik pada raham atas maupun rahang bawah. Jadi, gigi ini (dan juga GGB lainnya) tumbuh tidak menggantikan gigi susu, sedangkan gigi lainnya (GGK, taring, dan seri) akan tumbuh menggantikan gigi pendahulunya (gigi susu).

Banyak kasus menunjukkan bahwa orang tua sering tledor karena tidak mengetahui gigi putra-putrinya sudah rusak parah. Padahal, gigi yang bersangkutan merupakan gigi tetap. Selain itu, letak gigi-geligi secara keseluruhan tidak beraturan sehingga mengganggu bukan hanya secara estetika tetapi juga fungsinya.

Sebagai patokan utama, ketika anak mulai masuk TK, anak perlu lebih diperhatikan secara intensif. Umur 5,5 – – 11 tahun adalah periode gigi campur. Gigi kelihatan tidak beraturan karena berada pada masa peralihan saat tanggalnya gigi susu dan saat tumbuhnya gigi tetap. Usia ini dianggap rawan dan penentu. Kelainan gigi-geligi dapat terdeteksi saat ini yang juga merupakan saat yang tepat untuk mengoreksinya.

Sesungguhnya, hal ini tak perlu dikhawatirkan sejauh rahang cukup menampung semua gigi yang tumbuh. Jika ada gigi yang ‘nakal’ tumbuhnya, biasanya masih bisa ditangani tanpa perlu bantuan alat. Si anak dianjurkan untuk mengembalikan posisi gigi ke posisi gigi semula dengan bantuan lidahnya.

Namun bila posisi gigi mengganggu sedemikian rupa, baik untuk fungsi maupun estetika secara ‘serius’, inilah saat yang tepat untuk mengaturnya dengan perawatan pengawatan (orthodonti). Seumuran anak-anak masih memungkinkan untuk dilakukan perawatan secara maksimal mengingat tulang anak-anak masih dalam periode pertumbuhan sehingga masih bisa dibentuk dan diarahkan. Dengan demikian, kemungkinan keberhasilannya lebih besar.

KAPAN SAAT TEPAT GIGI DICABUT ?

Anak-anak belum mampu merawat gigi-geliginya secara maksimal dan tentunya disini peran orang tua sangat menentukan. Begitu gigi susu menunjukkan gejala mulai tumbuh, saat itu juga harus mulai diperhatikan.

Ketika gigi susu sudah tumbuh dan sementara sang anak masih minum ASI ataupun susu botol, jangan lupa untuk membersihkan giginya dengan cara mengusapnya dengan kain atau tisu yang telah dibasahi air ketika dia akan tidur. Email gigi susu lebih tipis dibandingkan gigi tetap karena itu tidak mengherankan bila gigi anak-anak sangat mudah mengalami karies. Apabila membiarkan mereka tertidur dalam keadaan rongga mulut terdapat sisa-sisa susu atau makanan, hal ini akan ikut memperparah keadaan gigi anak.

Anak-anak harus dibiasakan untuk menyikat giginya secara benar dan teratur sejak dini. Selain itu, akan sangat bijaksana jika mulai mengenalkannya dengan dokter gigi meskipun tidak mengalami kerusakan atau kelainan apa-apa. Bahkan, kedatangannya pertama kali tidak diapa-apakan, suasana keramahtamahan akan membuatnya bersahabat dengan dokter gigi, dan segala pernak-perniknya. Hal ini akan membuat anak akan merasa nyaman sehingga kelak tidak mengalami kesulitan bila harus melakukan perawatan. Kesan trauma bisa timbul bila anak dibawa ke dokter gigi dalam kondisi kesakitan serta dipaksa melakukan perawatan yang justru akan membuatnya kapok.

Gigi susu harus dicabut jika sudah terjadi resorbsi akar gigi susu oleh gigi tetap di bawahnya yang akan tumbuh. Biasanya ditandai dengan kegoyahan gigi. Pencabutan akan memberi kesempatan gigi tetap tersbut tumbuh dengan leluasa.

Walaupun gigi susu belum goyah sama sekali bahkan masih kuat tertanam, sementara gigi tetap telah terlihat mulai tumbuh, gigi susu tersebut juga harus segera dicabut. Kondisi seperti ini disebut presistensi (kesundulan). Keterlambatan pencabutan mengakibatkan gigi akan tetap terhambat pertumbuhannya. Sama halnya dengan pencabutan yang belum saatnya, kondisi ini juga dapat mengakibatkan gigi-geligi susunannya tidak beraturan.

Sering ditemui, gigi taring tetap atas seseorang, tumbuh tidak pada tempatnya (gingsul). Kondisi ini kadang bisa mempermanis penampilan seseorang. Namun, bila letaknya sedemikian rupa sehingga mengganggu penampilan, hal ini akan menimbulkan rasa risih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s